sn22.87:2.1 Kemudian Sang Buddha merapikan jubah, membawa mangkuk dan jubah, lalu pergi menemui Yang Mulia Vakkali.
sn22.87:2.2 Yang Mulia Vakkali melihat Sang Buddha datang dari kejauhan. Setelah melihatnya, ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya.
sn22.87:2.3 Tetapi Sang Buddha berkata kepadanya:
sn22.87:2.4 “Cukup, Vakkali, jangan bangkit dari tempat tidurmu.
sn22.87:2.5 Ada tempat duduk yang telah disiapkan; aku akan duduk di sana.”
sn22.87:2.6 Beliau duduk di tempat duduk yang telah disiapkan. Setelah duduk, Bhagavā berkata kepada Yang Mulia Vakkali:
sn22.87:2.7 "Bagaimana, Vakkali, apakah engkau kuat? Apakah engkau sehat? Apakah perasaan sakitmu berkurang, tidak bertambah? Apakah pengurangannya yang tampak, bukan penambahannya?"
sn22.87:2.8 "Tidak, Bhante, aku tidak kuat, aku tidak sehat. Perasaan sakitku sangat hebat dan bertambah, tidak berkurang; penambahannya yang tampak, bukan pengurangannya."
sn22.87:2.9 "Apakah engkau, Vakkali, tidak memiliki penyesalan atau pun kegelisahan?"
sn22.87:2.10 "Sungguh, Bhante, aku memiliki banyak penyesalan dan banyak kegelisahan."
sn22.87:2.11 "Apakah engkau, Vakkali, tidak mencela dirimu sendiri dalam hal moralitas?"
sn22.87:2.12 "Tidak, Bhante, aku tidak mencela diriku sendiri dalam hal moralitas."
sn22.87:2.13 "Jika engkau tidak mencela dirimu sendiri dalam hal moralitas, Vakkali, lalu mengapa engkau memiliki penyesalan dan kegelisahan?"
sn22.87:2.14 "Sudah lama, Bhante, aku ingin pergi menemui Bhagavā, tetapi tidak ada kekuatan yang cukup pada tubuhku untuk pergi menemui Bhagavā."