sn22.85:5.1 Ketika para bhikkhu itu tidak mampu membebaskan Yang Mulia Yamaka dari pandangan salah yang berbahaya itu, mereka bangkit dari tempat duduk dan mendatangi Yang Mulia Sāriputta. Setelah sampai, mereka berkata kepada Yang Mulia Sāriputta:
sn22.85:5.2 "Sahabat Sāriputta, bhikkhu bernama Yamaka memiliki pandangan salah yang berbahaya sebagai berikut: "
sn22.85:5.3 ‘Demikianlah aku memahami Dhamma yang diajarkan oleh Bhagavā: bahwa seorang bhikkhu yang telah menghancurkan kekotoran batin, setelah hancurnya tubuh, akan terputus dan binasa, tidak ada lagi setelah kematian.’
sn22.85:5.4 ‘Baiklah, Yang Mulia Sāriputta, sudilah mendatangi bhikkhu Yamaka itu karena belas kasihan.’
sn22.85:5.5 Yang Mulia Sāriputta menyetujui dengan berdiam diri.
sn22.85:5.6 Kemudian pada sore hari, Yang Mulia Sāriputta keluar dari keterasingannya, mendatangi Yang Mulia Yamaka, dan saling bertukar sapa dengannya … sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Yang Mulia Yamaka: