sn22.84:10.1 Perumpamaan ini Kuberikan, Tissa, untuk menjelaskan maknanya.
sn22.84:10.2 Dan inilah maknanya:
sn22.84:10.3 ‘Orang yang tidak mahir jalan’, Tissa, adalah sebutan bagi kaum duniawi yang tidak terpelajar.
sn22.84:10.4 ‘Orang yang mahir jalan’, Tissa, adalah sebutan bagi Sang Tathāgata, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna.
sn22.84:10.5 ‘Persimpangan jalan’, Tissa, adalah sebutan untuk keragu-raguan.
sn22.84:10.6 ‘Jalan kiri’ adalah sebutan untuk jalan salah berunsur delapan, yaitu:
sn22.84:10.7 pandangan salah … konsentrasi salah.
sn22.84:10.8 ‘Jalan kanan’ adalah sebutan untuk jalan mulia berunsur delapan, yaitu:
sn22.84:10.9 pandangan benar … konsentrasi benar.
sn22.84:10.10 ‘Hutan belantara yang lebat’ adalah sebutan untuk ketidaktahuan.
sn22.84:10.11 ‘Hamparan rawa-rawa yang luas’ adalah sebutan untuk kenikmatan indria.
sn22.84:10.12 ‘Jurang yang curam dan dalam’ adalah sebutan untuk kemarahan dan keputusasaan.
sn22.84:10.13 ‘Tanah datar yang indah dan lapang’ adalah sebutan untuk padamnya api (Nibbāna).
sn22.84:10.14 Bergembiralah, Tissa, bergembiralah!
sn22.84:10.15 Aku di sini dengan nasihat, dengan dukungan, dengan bimbingan.”