sn22.82:9.1 “Tetapi, Bhante, bagaimanakah pandangan mengenai diri tidak muncul?”
sn22.82:9.2 “Di sini, bhikkhu, seorang siswa mulia yang terpelajar, yang melihat para mulia, terampil dalam Dhamma para mulia, terlatih dengan baik dalam Dhamma para mulia, yang melihat orang-orang baik, terampil dalam Dhamma orang-orang baik, terlatih dengan baik dalam Dhamma orang-orang baik,
sn22.82:9.3 tidak memandang rupa sebagai diri, tidak memandang diri sebagai memiliki rupa, tidak memandang rupa di dalam diri, tidak memandang diri di dalam rupa;
sn22.82:9.4 tidak memandang perasaan …
sn22.82:9.5 tidak memandang persepsi …
sn22.82:9.6 tidak memandang bentukan-bentukan kehendak …
sn22.82:9.7 tidak memandang kesadaran sebagai diri, tidak memandang diri sebagai memiliki kesadaran, tidak memandang kesadaran di dalam diri, tidak memandang diri di dalam kesadaran.”
sn22.82:9.8 Demikianlah, bhikkhu, pandangan tentang identitas tidak muncul.”
sn22.82:9.9 “Baik, Bhante,” bhikkhu itu … lalu bertanya lagi: