Na heva kho rūpaṁ attato samanupassati,
Akan tetapi, mereka tidak memandang rupa
Perhaps they don’t regard form
Sutta Pālileyya
Na heva kho rūpaṁ attato samanupassati,
Akan tetapi, mereka tidak memandang rupa
Perhaps they don’t regard form
na vedanaṁ attato samanupassati,
tidak memandang perasaan
or feeling
na saññaṁ …
tidak memandang persepsi …
or perception
na saṅkhāre …
tidak memandang bentukan-bentukan kehendak …
or choices
na viññāṇaṁ attato samanupassati;
tidak memandang kesadaran sebagai diri.
or consciousness as self.
api ca kho evaṁdiṭṭhi hoti:
Namun, mereka tetap memiliki pandangan demikian:
Still, they have such a view:
‘so attā so loko, so pecca bhavissāmi nicco dhuvo sassato avipariṇāmadhammo’ti.
‘Diri dan alam semesta adalah satu dan sama. Setelah kematian aku akan menjadi itu, kekal, abadi, langgeng, dan tidak berubah.’
‘The self and the cosmos are one and the same. After death I will be that, permanent, everlasting, eternal, and imperishable.’
Yā kho pana sā, bhikkhave, sassatadiṭṭhi saṅkhāro so.
Akan tetapi, para bhikkhu, pandangan kekekalan itu hanyalah fenomena terkondisi.
But that eternalist view is just a conditioned phenomenon.
So pana saṅkhāro kiṁnidāno …pe…
Dan apakah sumber dari fenomena terkondisi itu? …
And what’s the source of that conditioned phenomenon? …
evampi kho, bhikkhave, jānato evaṁ passato anantarā āsavānaṁ khayo hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, bagi seseorang yang mengetahui dan melihat, maka seketika itu juga kekotoran batinnya berakhir.
That’s how you should know and see in order to end the defilements without delay.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.