sn22.81:5.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang mengetahui dan melihat sehingga kekotoran batin berakhir tanpa sisa?
sn22.81:5.2 Di sini, para bhikkhu, seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar, yang tidak melihat para mulia, tidak terampil dalam Dhamma para mulia, tidak terlatih dalam Dhamma para mulia, yang tidak melihat orang-orang baik, tidak terampil dalam Dhamma orang-orang baik, tidak terlatih dalam Dhamma orang-orang baik,
sn22.81:5.3 memandang bentuk sebagai diri.
sn22.81:5.4 Tetapi pandangan itu, para bhikkhu, adalah suatu bentukan (saṅkhāra).
sn22.81:5.5 Dan bentukan itu berakar pada apakah, berasal dari apakah, lahir dari apakah, muncul dari apakah?
sn22.81:5.6 Ketika seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar tersentuh oleh perasaan yang lahir dari kontak dengan ketidaktahuan, maka muncul ketagihan (taṇhā);
sn22.81:5.7 dari itu lahirlah bentukan tersebut.
sn22.81:5.8 Demikianlah, para bhikkhu, bentukan itu pun tidak kekal, terkondisi, dan muncul bergantung pada sebab-sebab.
sn22.81:5.9 Dan keinginan itu juga tidak kekal, terkondisi, dan muncul bergantung pada sebab.
sn22.81:5.10 Perasaan itu, kontak itu, juga tidak kekal, terkondisi, dan muncul bergantung pada sebab.
sn22.81:5.11 Dan ketidaktahuan itu juga tidak kekal, terkondisi, dan muncul bergantung pada sebab.
sn22.81:5.12 Demikianlah, para bhikkhu, bagi seseorang yang mengetahui dan melihat demikian, maka kekotoran batin segera berakhir.