sn22.81:11.1 Mungkin mereka tidak menganggap bentuk
sn22.81:11.2 atau perasaan
sn22.81:11.3 atau persepsi
sn22.81:11.4 atau bentukan-bentukan kehendak
sn22.81:11.5 atau kesadaran sebagai diri.
sn22.81:11.6 Mereka juga tidak memiliki pandangan demikian:
sn22.81:11.7 ‘Diri dan alam semesta adalah satu dan sama. Setelah kematian aku akan menjadi itu, kekal, abadi, langgeng, dan tidak berubah.’
sn22.81:11.8 Namun, mereka tetap memiliki pandangan demikian:
sn22.81:11.9 ‘Aku mungkin tidak ada, dan milikku mungkin tidak ada. Aku tidak akan ada, dan milikku tidak akan ada.’
sn22.81:11.10 Akan tetapi, para bhikkhu, pandangan nihilisme itu hanyalah fenomena terkondisi.
sn22.81:11.11 Dan apakah sumber dari fenomena terkondisi itu, apakah asal-mulanya, apakah kelahirannya, apakah asal-usulnya?
sn22.81:11.12 Para bhikkhu, pada seorang kaum duniawi yang belum belajar, yang tersentuh oleh perasaan yang muncul dari kontak dengan ketidaktahuan, muncullah ketagihan;
sn22.81:11.13 dari itu lahirlah fenomena terkondisi itu.
sn22.81:11.14 Demikianlah, para bhikkhu, fenomena terkondisi itu pun tidak kekal …
sn22.81:11.15 Demikianlah, para bhikkhu, bagi seseorang yang mengetahui dan melihat, maka seketika itu juga kekotoran batinnya berakhir.