sn22.52:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.52:1.2 “Para bhikkhu, perhatikanlah bentuk secara bijaksana. Lihatlah dengan benar ketidak-kekalan bentuk.
sn22.52:1.3 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan bentuk secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan bentuk, ia menjadi bosan terhadap bentuk.
sn22.52:1.4 Dengan hancurnya kesenangan, nafsu hancur. Dengan hancurnya nafsu, kesenangan hancur.
sn22.52:1.5 Dengan hancurnya kesenangan dan nafsu, pikiran terbebaskan, dan disebut terbebaskan dengan baik.
sn22.52:1.6 Para bhikkhu, perhatikanlah perasaan secara bijaksana. Lihatlah dengan benar ketidak-kekalan perasaan.
sn22.52:1.7 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan perasaan secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan perasaan, ia menjadi bosan terhadap perasaan.
sn22.52:1.8 Dengan hancurnya kesenangan, nafsu hancur. Dengan hancurnya nafsu, kesenangan hancur.
sn22.52:1.9 Dengan hancurnya kesenangan dan nafsu, pikiran terbebaskan, dan disebut terbebaskan dengan baik.
sn22.52:1.10 Para bhikkhu, persepsi …
sn22.52:1.11 Para bhikkhu, perhatikanlah bentukan-bentukan kehendak secara bijaksana. Lihatlah dengan benar ketidak-kekalan bentukan-bentukan kehendak.
sn22.52:1.12 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan bentukan-bentukan kehendak secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan bentukan-bentukan kehendak, ia menjadi bosan terhadap bentukan-bentukan kehendak.
sn22.52:1.13 Dengan hancurnya kesenangan, nafsu hancur. Dengan hancurnya nafsu, kesenangan hancur.
sn22.52:1.14 Dengan hancurnya kesenangan dan nafsu, pikiran terbebaskan, dan disebut terbebaskan dengan baik.
sn22.52:1.15 Para bhikkhu, perhatikanlah kesadaran secara bijaksana. Lihatlah dengan benar ketidak-kekalan kesadaran.
sn22.52:1.16 Ketika seorang bhikkhu memperhatikan kesadaran secara bijaksana dan melihat dengan benar ketidak-kekalan kesadaran, ia menjadi bosan terhadap kesadaran.
sn22.52:1.17 Dengan hancurnya kesenangan, nafsu hancur. Dengan hancurnya nafsu, kesenangan hancur.
sn22.52:1.18 Ketika nafsu dan kegemaran berakhir, batin terbebaskan, dan dikatakan terbebaskan dengan sempurna.”
sn22.52:1.19 Yang kesepuluh.
sn22.52:1.20 Bab kelima: Bab tentang Diri sebagai Pelita.