Tiṭṭhanteva kho, bhikkhave, tattheva pañcindriyāni.
Kelima indria itu, para bhikkhu, tetap berada tepat di tempatnya.
The five faculties stay right where they are.
Samanupassanāsutta
Tiṭṭhanteva kho, bhikkhave, tattheva pañcindriyāni.
Kelima indria itu, para bhikkhu, tetap berada tepat di tempatnya.
The five faculties stay right where they are.
Athettha sutavato ariyasāvakassa avijjā pahīyati, vijjā uppajjati.
Tetapi pada siswa mulia yang terpelajar, ketidaktahuan ditinggalkan dan pengetahuan muncul.
But a learned noble disciple gives up ignorance about them and gives rise to knowledge.
Tassa avijjāvirāgā vijjuppādā ‘asmī’tipissa na hoti;
Dengan lenyapnya ketidaktahuan dan munculnya pengetahuan, ia tidak lagi berpikir ‘aku ada’;
With the fading away of ignorance and the arising of knowledge, they don’t think ‘I am’,
‘ayamahamasmī’tipissa na hoti;
ia tidak lagi berpikir ‘inilah aku’;
‘I am this’,
‘bhavissan’ti …
‘aku akan ada’ …
‘I will be’,
‘na bhavissan’ti …
‘aku tidak akan ada’ …
‘I will not be’,
rūpī …
‘aku akan memiliki bentuk’ …
‘I will have form’,
arūpī …
‘aku akan tanpa bentuk’ …
‘I will be formless’,
saññī …
‘aku akan memiliki persepsi’ …
‘I will be percipient’,
asaññī …
‘aku akan tanpa persepsi’ …
‘I will be non-percipient’,
‘nevasaññīnāsaññī bhavissan’tipissa na hotī”ti.
ia tidak lagi berpikir ‘aku akan bukan memiliki persepsi maupun tanpa persepsi’.”
‘I will be neither percipient nor non-percipient’.”
Pañcamaṁ.
Kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.