sn22.35:5.1 Kemudian bhikkhu itu, hidup sendirian, terasing, tekun, bersemangat, dan bertekad, tidak lama kemudian—demi tujuan yang karenanya para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah—mencapai puncak tertinggi kehidupan suci, dan dengan pengetahuan langsungnya sendiri, ia merealisasikannya dan berdiam di dalamnya.
BAGIAN 5
sn22.35:5.2 Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”
sn22.35:5.3 Dan bhikkhu itu menjadi salah satu dari para Arahant.
sn22.35:5.4 Ketiga.