sn22.2:9.1 Namun, ketika dijawab demikian, para sahabat, orang-orang cerdas itu masih akan mengajukan pertanyaan lebih lanjut—
sn22.2:9.2 para brahmana terpelajar, para perumah tangga terpelajar, dan para petapa terpelajar.
sn22.2:9.3 Sebab, sahabat-sahabat, orang-orang cerdas itu bersifat ingin menyelidiki:
sn22.2:9.4 'Apakah yang telah dilihat oleh Yang Mulia sebagai manfaat sehingga Beliau mengajarkan pelenyapan nafsu dan keinginan terhadap bentuk,
sn22.2:9.5 terhadap perasaan,
sn22.2:9.6 terhadap persepsi,
sn22.2:9.7 terhadap bentukan-bentukan,
sn22.2:9.8 dan terhadap kesadaran?'
sn22.2:9.9 Ketika ditanya demikian, para sahabat, kalian harus menjawab:
sn22.2:9.10 'Sahabat-sahabat, bagi seseorang yang telah bebas dari nafsu, bebas dari keinginan, bebas dari kasih sayang, bebas dari kehausan, bebas dari gejolak batin, dan bebas dari ketagihan terhadap bentuk, ketika bentuk itu berubah dan menjadi lain, maka tidak timbul dukacita, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.
sn22.2:9.11 Bagi seseorang yang telah bebas dari nafsu, keinginan, kasih sayang, kehausan, gejolak batin, dan ketagihan terhadap perasaan ...
sn22.2:9.12 terhadap persepsi ...
sn22.2:9.13 Bagi seseorang yang telah bebas dari nafsu, keinginan, kasih sayang, kehausan, gejolak batin, dan ketagihan terhadap bentukan-bentukan, ketika bentukan-bentukan itu berubah dan menjadi lain, maka tidak timbul dukacita, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.
sn22.2:9.14 Bagi seseorang yang telah bebas dari nafsu, keinginan, kasih sayang, kehausan, gejolak batin, dan ketagihan terhadap kesadaran, ketika kesadaran itu berubah dan menjadi lain, maka tidak timbul dukacita, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.
sn22.2:9.15 Inilah, sahabat-sahabat, manfaat yang telah dilihat oleh Guru kita sehingga Beliau mengajarkan pelenyapan nafsu dan keinginan terhadap bentuk, perasaan,
sn22.2:9.16 persepsi,
sn22.2:9.17 bentukan-bentukan,
sn22.2:9.18 dan kesadaran.'