Selama aku, para bhikkhu, belum memahami secara langsung sebagaimana adanya kepuasan sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan kebebasan sebagai kebebasan dari kelima kelompok kehidupan yang dilekati ini, maka aku belum mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
As long as I didn’t truly understand these five grasping aggregates’ gratification, drawback, and escape in this way for what they are, I didn’t announce my supreme perfect awakening in this world with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, its gods and humans.
Tetapi ketika aku, para bhikkhu, telah memahami secara langsung sebagaimana adanya kepuasan sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan kebebasan sebagai kebebasan dari kelima kelompok kehidupan yang dilekati ini, maka aku mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
But when I did truly understand these five grasping aggregates’ gratification, drawback, and escape in this way for what they are, I announced my supreme perfect awakening in this world with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, its gods and humans.
Maka aku, para bhikkhu, mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.