sn22.14:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.14:1.2 “Para bhikkhu, bentuk adalah bukan-diri, perasaan adalah bukan-diri, persepsi adalah bukan-diri, bentukan-bentukan pikiran adalah bukan-diri, dan kesadaran adalah bukan-diri.
sn22.14:1.3 Dengan melihat demikian, para bhikkhu, seorang siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu terhadap bentuk, jemu terhadap perasaan, jemu terhadap persepsi, jemu terhadap bentukan-bentukan pikiran, dan jemu terhadap kesadaran.
sn22.14:1.4 Dengan kejemuan, ia menjadi tidak bernafsu; melalui ketidakbernafsuan, ia terbebaskan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan: ‘Terbebaskan.’
sn22.14:1.5 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”
sn22.14:1.6 Ketiga.