“Di sini, teman, seorang siswa mulia yang terpelajar memahami sebagaimana adanya bentuk yang tunduk pada kemunculan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kemunculan’; bentuk yang tunduk pada kelenyapan … bentuk yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
“Reverend, it’s when a learned noble disciple truly understands form, which is liable to originate … liable to vanish … liable to originate and vanish, as form which is liable to originate and vanish.
Ia memahami sebagaimana adanya perasaan yang tunduk pada kemunculan … perasaan yang tunduk pada kelenyapan … perasaan yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘perasaan yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
persepsi yang tunduk pada kemunculan … persepsi yang tunduk pada kelenyapan … persepsi yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘persepsi yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
Ia memahami sebagaimana adanya bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan … bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kelenyapan … bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
Ia memahami sebagaimana adanya kesadaran yang tunduk pada kemunculan … kesadaran yang tunduk pada kelenyapan … kesadaran yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘kesadaran yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.
consciousness, which is liable to originate … liable to vanish … liable to originate and vanish, as consciousness which is liable to originate and vanish.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 22.128 · Khotbah ke-3 tentang Tunduk pada Kemunculan | Tiga Keranjang