sn22.126:4.1 "Di sini, bhikkhu, seorang siswa mulia yang terpelajar memahami sebagaimana adanya bentuk yang bersifat muncul sebagai bentuk yang bersifat muncul;
sn22.126:4.2 ia memahami sebagaimana adanya bentuk yang bersifat lenyap sebagai bentuk yang bersifat lenyap;
sn22.126:4.3 ia memahami sebagaimana adanya bentuk yang bersifat muncul dan lenyap sebagai bentuk yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:4.4 Ia memahami sebagaimana adanya perasaan yang bersifat muncul sebagai perasaan yang bersifat muncul;
sn22.126:4.5 ia memahami sebagaimana adanya perasaan yang bersifat lenyap sebagai perasaan yang bersifat lenyap;
sn22.126:4.6 ia memahami sebagaimana adanya perasaan yang bersifat muncul dan lenyap sebagai perasaan yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:4.7 Persepsi yang bersifat muncul ...
sn22.126:4.8 Ia memahami sebagaimana adanya bentuk-bentuk mental (sankhāra) yang bersifat muncul sebagai bentuk-bentuk mental yang bersifat muncul;
sn22.126:4.9 ia memahami sebagaimana adanya bentuk-bentuk mental yang bersifat lenyap sebagai bentuk-bentuk mental yang bersifat lenyap;
sn22.126:4.10 ia memahami sebagaimana adanya bentuk-bentuk mental yang bersifat muncul dan lenyap sebagai bentuk-bentuk mental yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:4.11 Ia memahami sebagaimana adanya kesadaran yang bersifat muncul sebagai kesadaran yang bersifat muncul;
sn22.126:4.12 ia memahami sebagaimana adanya kesadaran yang bersifat lenyap sebagai kesadaran yang bersifat lenyap;
sn22.126:4.13 ia memahami sebagaimana adanya kesadaran yang bersifat muncul dan lenyap sebagai kesadaran yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:4.14 Ini disebut pengetahuan, bhikkhu;
sn22.126:4.15 dan sejauh itulah seseorang yang memiliki pengetahuan didefinisikan.”
sn22.126:4.16 Pertama.