sn22.119:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.119:1.2 “Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
sn22.119:1.3 apakah kalian menganggap bentuk seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku’?”
sn22.119:1.4 “Benar, Bhante.”
sn22.119:1.5 “Baik, para bhikkhu.
sn22.119:1.6 Bentuk, para bhikkhu, harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
sn22.119:1.7 Apakah kalian menganggap perasaan …
sn22.119:1.8 persepsi …
sn22.119:1.9 bentukan-bentukan …
sn22.119:1.10 kesadaran seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku’?”
sn22.119:1.11 “Benar, Bhante.”
sn22.119:1.12 “Baik, para bhikkhu.
sn22.119:1.13 Kesadaran, para bhikkhu, harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
sn22.119:1.14 Dengan melihat demikian …
sn22.119:1.15 ia memahami: ‘… tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi apa pun.’”
sn22.119:1.16 Ketujuh.