sn22.118:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.118:1.2 “Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
sn22.118:1.3 apakah kalian menganggap bentuk seperti ini: ‘Ini milikku, inilah aku, inilah diriku’?”
sn22.118:1.4 “Tidak, Bhante.”
sn22.118:1.5 “Bagus, para bhikkhu.
sn22.118:1.6 Bentuk, para bhikkhu, harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’
sn22.118:1.7 Perasaan …
sn22.118:1.8 persepsi …
sn22.118:1.9 bentukan-bentukan …
sn22.118:1.10 apakah kalian menganggap kesadaran seperti ini: ‘Ini milikku, inilah aku, inilah diriku’?”
sn22.118:1.11 “Tidak, Bhante.”
sn22.118:1.12 “Bagus, para bhikkhu.
sn22.118:1.13 Kesadaran, para bhikkhu, harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku’ …
sn22.118:1.14 Dengan melihat demikian …
sn22.118:1.15 mereka memahami: ‘… tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi ini.’”
sn22.118:1.16 Ke enam.