sn22.101:5.1 Misalkan, para bhikkhu, ada seekor induk ayam dengan delapan, sepuluh, atau dua belas butir telur.
sn22.101:5.2 Telur-telur itu dierami dengan baik oleh induknya, dihangatkan dengan baik, dirawat dengan baik.
sn22.101:5.3 Induk ayam itu mungkin tidak berharap:
sn22.101:5.4 ‘Oh, semoga anak-anak ayamku memecahkan cangkang telur dengan ujung kuku kaki atau paruhnya dan menetas dengan selamat!’
sn22.101:5.5 Namun, anak-anak ayam itu tetap mampu memecahkan cangkang telur dengan ujung kuku kaki atau paruhnya dan menetas dengan selamat.
sn22.101:5.6 Apakah sebabnya?
sn22.101:5.7 Karena, para bhikkhu, telur-telur induk ayam itu berjumlah delapan, sepuluh, atau dua belas;
sn22.101:5.8 telur-telur itu telah dierami dengan baik oleh induk ayam, dihangatkan dengan baik, dan dirawat dengan baik.
sn22.101:5.9 Demikian pula, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu tekun berlatih pengembangan batin, meskipun ia tidak berharap:
sn22.101:5.10 ‘Oh, semoga pikiranku terbebas dari kekotoran batin melalui ketidakmelekatan!’ Namun demikian, pikirannya terbebas dari kekotoran batin melalui ketidakmelekatan.
sn22.101:5.11 Apakah sebabnya?
sn22.101:5.12 Harus dikatakan: ‘Karena ia telah mengembangkan [batinnya].’
sn22.101:5.13 Terkembang dalam hal apa?
sn22.101:5.14 Terkembang dalam empat penegakan perhatian … terkembang dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan.