sn21.1:2.1 Yang Mulia Mahāmoggallāna berkata sebagai berikut:
sn21.1:2.2 "Di sini, sahabat-sahabat, ketika aku sedang bermeditasi sendirian dalam keterasingan, muncul dalam pikiranku perenungan ini:
sn21.1:2.3 'Dikatakan, "keheningan mulia, keheningan mulia".
sn21.1:2.4 Apakah sebenarnya keheningan mulia itu?'
sn21.1:2.5 Kemudian, sahabat-sahabat, muncul dalam pikiranku:
sn21.1:2.6 'Di sini, seorang bhikkhu, dengan meredanya pemikiran dan penilaian, memasuki dan berdiam dalam jhāna kedua, yang memiliki ketenangan batin, keterpusatan pikiran tanpa pemikiran dan penilaian, yang lahir dari konsentrasi, serta mengandung sukacita dan kebahagiaan.
sn21.1:2.7 Inilah yang disebut keheningan mulia.'
sn21.1:2.8 Maka, sahabat-sahabat, dengan meredanya pemikiran dan penilaian, aku memasuki dan berdiam dalam jhāna kedua, yang memiliki ketenangan batin, keterpusatan pikiran tanpa pemikiran dan penilaian, yang lahir dari konsentrasi, serta mengandung sukacita dan kebahagiaan.
sn21.1:2.9 Namun, sahabat-sahabat, ketika aku berdiam dalam kondisi itu, persepsi dan perhatian yang disertai pemikiran terus muncul.