sn20.7:2.1 Tetapi ketika khotbah-khotbah yang digubah oleh para penyair—bersifat puitis, dengan kata-kata dan ungkapan yang indah, berasal dari luar atau diucapkan oleh para siswa—sedang dibacakan, mereka akan mau mendengarkan, akan memasang telinga, akan mengarahkan pikiran untuk memahaminya, dan akan menganggap ajaran-ajaran itu layak dipelajari dan dihafalkan.
sn20.7:2.2 Dengan cara demikian, para bhikkhu, khotbah-khotbah yang dibabarkan oleh Sang Tathāgata—yang dalam, bermakna dalam, melampaui dunia, berkaitan dengan kekosongan—akan lenyap.
sn20.7:2.3 Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih demikian:
sn20.7:2.4 ‘Ketika khotbah-khotbah yang dibabarkan oleh Sang Tathāgata—yang dalam, bermakna dalam, melampaui dunia, berkaitan dengan kekosongan—sedang dibacakan, kami akan mau mendengarkan, akan memasang telinga, akan mengarahkan pikiran untuk memahaminya, dan akan menganggap ajaran-ajaran itu layak dipelajari dan dihafalkan.’
sn20.7:2.5 Demikianlah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.”
sn20.7:2.6 Ketujuh.