sn20.5:1.1 Di Sāvatthī.
sn20.5:1.2 “Para bhikkhu, misalkan ada sebuah tombak dengan ujung yang tajam.
sn20.5:1.3 Kemudian seorang pria datang dan berpikir,
sn20.5:1.4 ‘Dengan tangan atau tinjuku, aku akan melipat tombak tajam ini, meremasnya, dan membengkokkannya kembali!’
sn20.5:1.5 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
sn20.5:1.6 mampukah pria itu melipat, meremas, dan membengkokkan tombak tajam itu dengan tangan atau tinjunya?”
sn20.5:1.7 “Tidak, Bhante.”
sn20.5:1.8 “Mengapa demikian?”
sn20.5:1.9 “Karena, Bhante, tombak tajam itu tidak mudah dilipat, diremas, atau dibengkokkan dengan tangan atau tinju.
sn20.5:1.10 Pria itu justru akan mengalami kelelahan dan kekecewaan.”