sn16.11:9.1 Setelah meninggalkan keduniawian, ketika sedang menempuh perjalanan di jalan antara Rajagaha dan Nalanda, aku melihat Bhagavā sedang duduk di Cetya Bahuputta.
sn16.11:9.2 Setelah melihatnya, aku berpikir:
sn16.11:9.3 ‘Sungguh, andai aku dapat melihat Sang Guru, itu adalah Bhagavā ini!
sn16.11:9.4 Sungguh, andai aku dapat melihat Yang Maha Suci, itu adalah Bhagavā ini!
sn16.11:9.5 Sungguh, andai aku dapat melihat Yang Tercerahkan Sempurna, itu adalah Bhagavā ini!’”
sn16.11:9.6 semoga aku dapat bertemu dengan Sang Bhagavā.
sn16.11:9.7 Kemudian, teman-teman, aku pun bersujud dengan kepala di kaki Sang Bhagavā dan berkata kepada Beliau:
sn16.11:9.8 ‘Yang Mulia, Sang Bhagavā adalah Guru bagiku, aku adalah siswa Beliau;
sn16.11:9.9 Yang Mulia, Sang Bhagavā adalah Guru bagiku, aku adalah siswa Beliau.’
sn16.11:9.10 Ketika aku berkata demikian, teman-teman, Sang Bhagavā berkata kepadaku:
sn16.11:9.11 ‘Kassapa, jika seseorang berkata kepada seorang siswa yang bertekad bulat seperti ini, “Aku tahu” padahal tidak tahu, atau “Aku melihat” padahal tidak melihat, maka kepalanya akan pecah.
sn16.11:9.12 Tetapi Kassapa, ketika Aku berkata “Aku tahu”, Aku benar-benar tahu; dan ketika Aku berkata “Aku melihat”, Aku benar-benar melihat.