sn16.11:8.1 Kemudian Yang Mulia Mahakassapa berkata kepada Yang Mulia Ananda:
sn16.11:8.2 “Sungguh, Sahabat Ananda, bikkhuni Thullananda telah berbicara secara tergesa-gesa dan tanpa perenungan.
sn16.11:8.3 Sejak aku mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, aku tidak ingat pernah mengakui guru lain selain Bhagavā, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna.
sn16.11:8.4 Sebelumnya, Sahabat, ketika aku masih menjadi perumah tangga, aku berpikir:
sn16.11:8.5 ‘Kehidupan berumah tangga itu sempit dan penuh debu, sedangkan kehidupan meninggalkan keduniawian itu lapang.
sn16.11:8.6 Tidaklah mudah bagi seseorang yang hidup berumah tangga untuk menjalani kehidupan suci yang sempurna dan murni bagaikan kerang yang dipoles.
sn16.11:8.7 Bagaimana jika aku mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah?’
sn16.11:8.8 Maka, Sahabat, pada waktu kemudian, aku membuat jubah luar dari potongan-potongan kain, dan demi menghormati para Arahant di dunia, aku mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.