Para bhikkhu, para petapa atau brahmana mana pun di masa kini yang melihat hal-hal yang tampak indah dan menyenangkan di dunia ini sebagai kekal, sebagai menyenangkan, sebagai diri, sebagai sehat, dan sebagai aman.
There are ascetics and brahmins in the present who see the things that seem nice and pleasant in the world as permanent, as pleasurable, as self, as healthy, and as safe.
Ye dukkhaṁ vaḍḍhenti te na parimuccanti jātiyā jarāya maraṇena sokehi paridevehi dukkhehi domanassehi upāyāsehi, ‘na parimuccanti dukkhasmā’ti vadāmi.
Dan mereka yang menumbuhkan penderitaan, tidak terbebas dari kelahiran, usia tua, dan kematian, dari kesedihan, ratapan, sakit, duka, dan keputusasaan. Mereka tidak terbebas dari penderitaan, demikianlah Aku katakan.
And as their suffering grows, they are not freed from rebirth, old age, and death, from sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress. They are not freed from suffering, I say.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.