sn12.55:4.1 Misalkan, para bhikkhu, ada sebatang pohon besar.
sn12.55:4.2 Kemudian seseorang datang membawa cangkul dan keranjang.
sn12.55:4.3 Ia akan menebang pohon itu pada akarnya, setelah menebang akarnya, ia akan menggali tanahnya, setelah menggali tanahnya, ia akan mencabut akar-akarnya hingga ke serat dan pangkal batangnya.
sn12.55:4.4 Ia akan memotong pohon itu menjadi potongan-potongan, setelah memotong menjadi potongan-potongan, ia akan membelahnya, setelah membelahnya, ia akan menjadikannya serpihan-serpihan, setelah menjadikannya serpihan-serpihan, ia akan mengeringkannya di angin dan matahari;
sn12.55:4.5 setelah mengeringkannya di angin dan matahari, ia akan membakarnya dengan api, setelah membakarnya dengan api, ia akan menjadikannya abu, setelah menjadikannya abu, ia akan menaburkannya di angin kencang atau menghanyutkannya di arus sungai yang deras.
sn12.55:4.6 Demikianlah, para bhikkhu, pohon besar itu telah terpotong akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dihilangkan, dan tidak akan tumbuh lagi di masa depan.
sn12.55:4.7 Demikian pula, para bhikkhu, ketika seseorang berdiam dengan merenungkan bahaya dalam hal-hal yang menjadi landasan kemelekatan, maka nafsu keinginan menjadi lenyap.
sn12.55:4.8 Dengan lenyapnya nafsu keinginan, lenyap pula kemelekatan;
sn12.55:4.9 dengan lenyapnya kemelekatan, lenyap pula kelangsungan hidup …
sn12.55:4.10 demikianlah berakhirnya keseluruhan massa penderitaan ini.”
sn12.55:4.11 Yang kelima.