Sāvatthiyaṁ viharati.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
Kemelekatan
Sāvatthiyaṁ viharati.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
“Upādāniyesu, bhikkhave, dhammesu assādānupassino viharato taṇhā pavaḍḍhati.
“Para bhikkhu, ketika seseorang berdiam dengan merenungkan kepuasan dalam hal-hal yang menjadi dasar kemelekatan, maka ketagihan (taṇhā) tumbuh.
“There are things that fuel grasping. When you concentrate on the gratification provided by these things, your craving grows.
Taṇhāpaccayā upādānaṁ;
Dengan ketagihan sebagai kondisi, muncullah kemelekatan;
Craving is a requirement for grasping.
upādānapaccayā bhavo;
dengan kemelekatan sebagai kondisi, muncullah penjelmaan (bhava);
Grasping is a requirement for continued existence.
bhavapaccayā jāti;
dengan penjelmaan sebagai kondisi, muncullah kelahiran;
Continued existence is a requirement for rebirth.
jātipaccayā jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti.
dengan kelahiran sebagai kondisi, maka penuaan-dan-kematian, dukacita, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan muncul.
Rebirth is a requirement for old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress to come to be.
Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hoti.
Demikianlah asal-mula dari keseluruhan massa penderitaan ini.
That is how this entire mass of suffering originates.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.