Atha kho, bhikkhave, vipassissa bodhisattassa etadahosi:
Kemudian, para bhikkhu, Bodhisatta Vipassī berpikir:
Then Vipassī thought:
Tentang Vipassī
Atha kho, bhikkhave, vipassissa bodhisattassa etadahosi:
Kemudian, para bhikkhu, Bodhisatta Vipassī berpikir:
Then Vipassī thought:
‘kimhi nu kho sati vedanā hoti, kiṁpaccayā vedanā’ti?
‘Ketika apakah yang ada maka perasaan muncul, dengan apakah sebagai sebab maka perasaan muncul?’
‘When what exists is there feeling? What is a requirement for feeling?’
Atha kho, bhikkhave, vipassissa bodhisattassa yoniso manasikārā ahu paññāya abhisamayo:
Kemudian, para bhikkhu, melalui pengamatan yang seksama, Bodhisatta Vipassī menembus dengan kebijaksanaan:
Then, through rational application of mind, Vipassī penetrated with wisdom:
‘phasse kho sati vedanā hoti, phassapaccayā vedanā’ti.
‘Ketika kontak ada maka perasaan muncul; dengan kontak sebagai sebab maka perasaan muncul.’
‘When contact exists there’s feeling. Contact is a requirement for feeling.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.