Sāvatthiyaṁ viharati.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
Khotbah tentang Kehendak (Ketiga)
Sāvatthiyaṁ viharati.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
“Yañca, bhikkhave, ceteti yañca pakappeti yañca anuseti ārammaṇametaṁ hoti viññāṇassa ṭhitiyā.
“Para bhikkhu, apa yang kalian kehendaki, apa yang kalian rencanakan, dan apa yang kalian kecenderungani menjadi landasan bagi keberlangsungan kesadaran.
“Mendicants, what you intend or plan, and what you have underlying tendencies for become a support for the continuation of consciousness.
Ārammaṇe sati patiṭṭhā viññāṇassa hoti.
Dengan adanya landasan, kesadaran menjadi kokoh.
When this support exists, consciousness becomes established.
Tasmiṁ patiṭṭhite viññāṇe virūḷhe nati hoti.
Ketika kesadaran kokoh dan berkembang, muncullah kecenderungan.
When consciousness is established and grows, there is an inclination.
Natiyā sati āgatigati hoti.
Dengan adanya kecenderungan, ada datang dan pergi.
When there is an inclination, there is coming and going.
Āgatigatiyā sati cutūpapāto hoti.
Dengan adanya datang dan pergi, ada kematian dan kelahiran kembali.
When there is coming and going, there is passing away and reappearing.
Cutūpapāte sati āyatiṁ jāti jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti.
Dengan adanya kematian dan kelahiran kembali, kelahiran di masa depan, penuaan, dan kematian muncul, serta duka, ratapan, sakit, kesedihan, dan keputusasaan.
When there is passing away and reappearing, future rebirth, old age, and death come to be, as do sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress.
Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hoti.
Demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.
That is how this entire mass of suffering originates.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.