sn12.36:3.1 ‘Apakah kelahiran itu …’
sn12.36:3.2 ‘Apakah penjelmaan itu …’
sn12.36:3.3 ‘Apakah kemelekatan itu …’
sn12.36:3.4 ‘Apakah nafsu keinginan itu …’
sn12.36:3.5 ‘Apakah perasaan itu …’
sn12.36:3.6 ‘Apakah kontak itu …’
sn12.36:3.7 ‘Apakah enam landasan indria itu …’
sn12.36:3.8 ‘Apakah nama-dan-bentuk itu …’
sn12.36:3.9 ‘Apakah kesadaran …’
sn12.36:3.10 Para bhikkhu, jika seseorang berkata, ‘Apakah bentukan-bentukan kehendak, dan milik siapakah bentukan-bentukan kehendak ini?’ atau jika seseorang berkata, ‘Bentukan-bentukan kehendak adalah satu hal, dan milik siapa bentukan-bentukan kehendak ini adalah hal lain,’ kedua pernyataan ini memiliki makna yang sama, hanya berbeda dalam ungkapan.
sn12.36:3.11 Para bhikkhu, jika ada pandangan bahwa jiwa dan tubuh adalah satu dan sama, maka kehidupan spiritual tidak dapat dijalani.
sn12.36:3.12 Para bhikkhu, jika ada pandangan bahwa jiwa adalah satu hal dan tubuh adalah hal lain, maka kehidupan spiritual tidak dapat dijalani.
sn12.36:3.13 Para bhikkhu, tanpa mendekati kedua ekstrem ini, Sang Tathāgata mengajarkan Dhamma melalui jalan tengah:
sn12.36:3.14 ‘Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, muncullah bentukan-bentukan kehendak.’