‹
SN 12.25

Bhūmijasutta

Khotbah tentang Bhūmija

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 12.25

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn12.25:2.1

“Santāvuso sāriputta, eke samaṇabrāhmaṇā kammavādā sayaṅkataṁ sukhadukkhaṁ paññapenti.

“Sahabat Sāriputta, ada beberapa petapa dan brahmana yang mengajarkan tentang akibat perbuatan. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa kesenangan dan kesakitan dibuat oleh diri sendiri.

“Reverend Sāriputta, there are ascetics and brahmins who teach the efficacy of deeds. Some of them assert that pleasure and pain are made by oneself.

sn12.25:2.2

Santi panāvuso sāriputta, eke samaṇabrāhmaṇā kammavādā paraṅkataṁ sukhadukkhaṁ paññapenti.

Ada pula, sahabat Sāriputta, beberapa petapa dan brahmana yang mengajarkan tentang akibat perbuatan. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa kesenangan dan kesakitan dibuat oleh orang lain.

Some of them assert that pleasure and pain are made by another.

sn12.25:2.3

Santāvuso sāriputta, eke samaṇabrāhmaṇā kammavādā sayaṅkatañca paraṅkatañca sukhadukkhaṁ paññapenti.

Ada pula, sahabat Sāriputta, beberapa petapa dan brahmana yang mengajarkan tentang akibat perbuatan. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa kesenangan dan kesakitan dibuat oleh diri sendiri dan juga oleh orang lain.

Some of them assert that pleasure and pain are made by both oneself and another.

sn12.25:2.4

Santi panāvuso sāriputta, eke samaṇabrāhmaṇā kammavādā asayaṅkāraṁ aparaṅkāraṁ adhiccasamuppannaṁ sukhadukkhaṁ paññapenti.

Dan ada pula, sahabat Sāriputta, beberapa petapa dan brahmana yang mengajarkan tentang akibat perbuatan. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa kesenangan dan kesakitan muncul secara kebetulan, tidak dibuat oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.

Some of them assert that pleasure and pain arise anomalously, not made by oneself or another.

sn12.25:2.5

Idha no, āvuso sāriputta, bhagavā kiṁvādī kimakkhāyī,

Dalam hal ini, sahabat Sāriputta, apakah yang dikatakan oleh Bhagavā? Apakah yang beliau ajarkan?

What does the Buddha say about this? How does he explain it?

sn12.25:2.6

kathaṁ byākaramānā ca mayaṁ vuttavādino ceva bhagavato assāma, na ca bhagavantaṁ abhūtena abbhācikkheyyāma, dhammassa cānudhammaṁ byākareyyāma, na ca koci sahadhammiko vādānupāto gārayhaṁ ṭhānaṁ āgaccheyyā”ti?

Bagaimanakah kami harus menjawab agar kami dapat dikatakan mengulangi apa yang telah dikatakan oleh Bhagavā, dan tidak memfitnah beliau dengan sesuatu yang tidak benar? Bagaimanakah kami harus menjelaskan sesuai dengan Dhamma, sehingga tidak ada rekan sejawat yang dapat memberikan alasan yang sah untuk menyalahkan kami?”

How should we answer so as to repeat what the Buddha has said, and not misrepresent him with an untruth? How should we explain in line with his teaching, with no legitimate grounds for rebuttal and criticism?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.