‹
SN 12.23

Upanisasutta

Upanisasutta

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 12.23

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn12.23:6.1

Iti kho, bhikkhave, avijjūpanisā saṅkhārā,

Demikianlah, para bhikkhu, ketidaktahuan adalah kondisi vital bagi bentukan-bentukan kehendak,

So, mendicants: ignorance is the vital condition for choices.

sn12.23:6.2

saṅkhārūpanisaṁ viññāṇaṁ,

bentukan-bentukan kehendak adalah kondisi vital bagi kesadaran,

Choices are the vital condition for consciousness.

sn12.23:6.3

viññāṇūpanisaṁ nāmarūpaṁ,

kesadaran adalah kondisi vital bagi nama dan bentuk,

Consciousness is the vital condition for name and form.

sn12.23:6.4

nāmarūpūpanisaṁ saḷāyatanaṁ,

nama dan bentuk adalah kondisi vital bagi enam bidang indria,

Name and form are the vital conditions for the six sense fields.

sn12.23:6.5

saḷāyatanūpaniso phasso,

enam bidang indria adalah kondisi vital bagi kontak,

The six sense fields are the vital conditions for contact.

sn12.23:6.6

phassūpanisā vedanā,

kontak adalah kondisi vital bagi perasaan,

Contact is the vital condition for feeling.

sn12.23:6.7

vedanūpanisā taṇhā,

perasaan adalah kondisi vital bagi nafsu keinginan,

Feeling is the vital condition for craving.

sn12.23:6.8

taṇhūpanisaṁ upādānaṁ,

nafsu keinginan adalah kondisi vital bagi kemelekatan,

Craving is the vital condition for grasping.

sn12.23:6.9

upādānūpaniso bhavo,

kemelekatan adalah kondisi vital bagi keberlangsungan,

Grasping is the vital condition for continued existence.

sn12.23:6.10

bhavūpanisā jāti,

keberlangsungan adalah kondisi vital bagi kelahiran,

Continued existence is the vital condition for rebirth.

sn12.23:6.11

jātūpanisaṁ dukkhaṁ,

kelahiran adalah kondisi vital bagi penderitaan,

Rebirth is the vital condition for suffering.

sn12.23:6.12

dukkhūpanisā saddhā,

penderitaan adalah kondisi vital bagi keyakinan.

Suffering is the vital condition for faith.

sn12.23:6.13

saddhūpanisaṁ pāmojjaṁ,

Keyakinan adalah kondisi vital bagi kegembiraan.

Faith is the vital condition for joy.

sn12.23:6.14

pāmojjūpanisā pīti,

Kegembiraan adalah kondisi vital bagi sukacita.

Joy is the vital condition for rapture.

sn12.23:6.15

pītūpanisā passaddhi,

Sukacita adalah kondisi vital bagi ketenangan.

Rapture is the vital condition for tranquility.

sn12.23:6.16

passaddhūpanisaṁ sukhaṁ,

Ketenangan adalah kondisi vital bagi kebahagiaan.

Tranquility is the vital condition for bliss.

sn12.23:6.17

sukhūpaniso samādhi,

Kebahagiaan adalah kondisi vital bagi konsentrasi.

Bliss is the vital condition for immersion.

sn12.23:6.18

samādhūpanisaṁ yathābhūtañāṇadassanaṁ,

Konsentrasi adalah kondisi vital bagi pengetahuan dan penglihatan sebagaimana adanya.

Immersion is the vital condition for truly knowing and seeing.

sn12.23:6.19

yathābhūtañāṇadassanūpanisā nibbidā,

Pengetahuan dan penglihatan sebagaimana adanya adalah kondisi vital bagi kekecewaan.

Truly knowing and seeing is the vital condition for disillusionment.

sn12.23:6.20

nibbidūpaniso virāgo,

Kekecewaan adalah kondisi vital bagi kebosanan (pelenyapan nafsu).

Disillusionment is the vital condition for dispassion.

sn12.23:6.21

virāgūpanisā vimutti,

Kebosanan adalah kondisi vital bagi kebebasan.

Dispassion is the vital condition for freedom.

sn12.23:6.22

vimuttūpanisaṁ khaye ñāṇaṁ.

Kebebasan adalah kondisi vital bagi pengetahuan tentang berakhirnya (kekotoran batin).

Freedom is the vital condition for the knowledge of ending.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.