sn12.20:5.1 Ketika, para bhikkhu, seorang siswa mulia telah melihat dengan jelas dengan kebijaksanaan benar sebagaimana adanya kemunculan bergantungan ini dan fenomena-fenomena yang muncul bergantungan ini, maka tidak mungkin baginya untuk berlari kembali ke masa lampau, dengan berpikir:
sn12.20:5.2 ‘Apakah aku ada di masa lampau? Apakah aku tidak ada di masa lampau? Apakah aku di masa lampau? Bagaimanakah aku di masa lampau? Setelah menjadi apa, apakah aku di masa lampau?’
sn12.20:5.3 Atau berlari maju ke masa depan, dengan berpikir:
sn12.20:5.4 ‘Apakah aku akan ada di masa depan? Apakah aku tidak akan ada di masa depan? Apakah aku akan menjadi apa di masa depan? Bagaimanakah aku di masa depan? Setelah menjadi apa, apakah aku akan menjadi apa di masa depan?’
sn12.20:5.5 Atau menjadi bimbang tentang masa kini secara internal, dengan berpikir:
sn12.20:5.6 ‘Apakah aku ini? Apakah aku ini bukan? Apakah aku ini apa? Bagaimanakah aku ini? Makhluk ini—dari manakah ia datang? Dan ke manakah ia akan pergi?’—
sn12.20:5.7 hal ini tidak mungkin terjadi.
sn12.20:5.8 Apakah sebabnya?
sn12.20:5.9 Karena, para bhikkhu, siswa mulia itu telah melihat dengan jelas dengan kebijaksanaan benar sebagaimana adanya kemunculan bergantungan ini dan fenomena-fenomena yang muncul bergantungan ini.”
sn12.20:5.10 Yang kesepuluh.
sn12.20:5.11 Kelompok tentang makanan, yang kedua.