sn11.5:14.1 Ketika Sakka, raja para dewa, telah mengucapkan syair-syair itu, para dewa bersorak gembira, sementara para asura tetap diam.
sn11.5:14.2 Kemudian, para bhikkhu, para pengiring dari kedua dewa dan asura berkata:
sn11.5:14.3 ‘Syair-syair yang diucapkan oleh Vepacitti, raja para asura,
sn11.5:14.4 mengandung hukuman dan kekerasan. Itulah sebabnya terjadi pertengkaran, perselisihan, dan perkelahian.
sn11.5:14.5 Syair-syair yang diucapkan oleh Sakka, raja para dewa,
sn11.5:14.6 tidak mengandung hukuman dan kekerasan. Itulah sebabnya terbebas dari pertengkaran, perselisihan, dan perkelahian.
sn11.5:14.7 Sakka, raja para dewa, menang dengan ucapan yang baik!’
sn11.5:14.8 Demikianlah, para bhikkhu, Sakka, raja para dewa, meraih kemenangan melalui ucapan yang baik.”