sn11.23:1.1 Di Sāvatthī.
sn11.23:1.2 Sang Bhagavā berkata demikian:
sn11.23:1.3 “Pada suatu masa, para bhikkhu, Vepacitti, raja para asura, sedang sakit, menderita, dan sakit parah.
sn11.23:1.4 Kemudian, para bhikkhu, Sakka, raja para deva, mendatangi Vepacitti, raja para asura, untuk menanyakan penyakitnya.
sn11.23:1.5 Vepacitti, raja para asura, melihat Sakka, raja para deva, datang dari kejauhan.
sn11.23:1.6 Setelah melihatnya, ia berkata kepada Sakka, raja para deva:
sn11.23:1.7 ‘Sembuhkanlah aku, raja para deva!’
sn11.23:1.8 ‘Ajarkanlah kepadaku, Vepacitti, sihir Sambari itu.’
sn11.23:1.9 ‘Aku belum dapat mengajarkannya, tuan yang mulia, sebelum aku berkonsultasi dengan para asura.’
sn11.23:1.10 Kemudian, para bhikkhu, Vepacitti, raja para asura, bertanya kepada para asura:
sn11.23:1.11 ‘Tuan-tuan yang mulia, bolehkah aku mengajarkan sihir Sambari kepada Sakka, raja para deva?’
sn11.23:1.12 ‘Jangan, tuan yang mulia, jangan ajarkan sihir Sambari kepada Sakka, raja para deva!’
sn11.23:1.13 Kemudian, para bhikkhu, Vepacitti, raja para asura, berkata kepada Sakka, raja para deva, dalam syair: