Kemudian, para bhikkhu, Sakka, raja para dewa, mendatangi yakkha pemakan kemarahan itu. Setelah mendekat, ia merapikan jubahnya di satu bahu, berlutut dengan lutut kanan di tanah, mengangkat kedua telapak tangan bersikap añjali ke arah yakkha pemakan kemarahan itu, dan menyebutkan namanya tiga kali:
Then Sakka went up to that spirit, arranged his robe over one shoulder, knelt on his right knee, raised his joined palms toward the anger-eating spirit, and pronounced his name three times:
Kemudian, para bhikkhu, Sakka, raja para deva, setelah duduk di singgasananya sendiri, sambil menasihati para deva Tāvatiṁsa, pada saat itu mengucapkan syair-syair ini:
Then Sakka, lord of gods, guiding the gods of the thirty-three, spoke this verse:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.