sn11.22:3.1 Kemudian, para bhikkhu, Sakka, raja para dewa, mendatangi yakkha pemakan kemarahan itu. Setelah mendekat, ia merapikan jubahnya di satu bahu, berlutut dengan lutut kanan di tanah, mengangkat kedua telapak tangan bersikap añjali ke arah yakkha pemakan kemarahan itu, dan menyebutkan namanya tiga kali:
BAGIAN 3
sn11.22:3.2 ‘Tuan, aku Sakka, raja para dewa! Tuan, aku Sakka, raja para dewa!’
sn11.22:3.3 Tetapi semakin Sakka, raja para dewa, menyebutkan namanya, semakin buruk rupa dan semakin cacat yakkha itu menjadi,
sn11.22:3.4 hingga akhirnya ia lenyap tepat di tempat itu juga.
sn11.22:3.5 Kemudian, para bhikkhu, Sakka, raja para deva, setelah duduk di singgasananya sendiri, sambil menasihati para deva Tāvatiṁsa, pada saat itu mengucapkan syair-syair ini: