“Baik, sahabat,” para bhikkhu itu, setelah menyetujui dan mengapresiasi ucapan Yang Mulia Sāriputta, kemudian mengajukan pertanyaan lebih lanjut kepada Yang Mulia Sāriputta:
“Sahabat, adakah cara lain yang dengannya seorang siswa mulia disebut memiliki pandangan benar, pandangannya lurus, memiliki keyakinan penuh keyakinan terhadap Dhamma, dan telah sampai pada Dhamma sejati ini?”