
Sāriputta
Murid utama yang menjelaskan pandangan benar secara bertahap kepada para bhikkhu di Jetavana.
Khotbah tentang Pandangan Benar
Sammādiṭṭhi Sutta adalah penjelasan panjang lebar dari Sāriputta tentang apa itu pandangan benar, mulai dari memahami yang bermanfaat dan tidak bermanfaat hingga memahami Empat Kebenaran Mulia.

Murid utama yang menjelaskan pandangan benar secara bertahap kepada para bhikkhu di Jetavana.

Wihara di Sāvatthī, tempat Sāriputta menyampaikan penjelasan ini kepada para bhikkhu.
Pandangan benar dimulai dari memahami perbuatan bermanfaat dan tidak bermanfaat beserta akarnya, lalu berkembang hingga memahami penderitaan dan jalan mengakhirinya.
Yato kho, āvuso, ariyasāvako avijjañca pajānāti, avijjāsamudayañca pajānāti, avijjānirodhañca pajānāti, avijjānirodhagāminiṁ paṭipadañca pajānāti—
Sahabat, ketika seorang siswa mulia memahami ketidaktahuan, asal mula ketidaktahuan, lenyapnya ketidaktahuan, dan jalan menuju lenyapnya ketidaktahuan—
ettāvatāpi kho, āvuso, ariyasāvako sammādiṭṭhi hoti, ujugatāssa diṭṭhi, dhamme aveccappasādena samannāgato, āgato imaṁ saddhammaṁ.
maka sejauh itu, sahabat, siswa mulia itu memiliki pandangan benar, pandangannya lurus, memiliki keyakinan penuh keyakinan pada Dhamma, dan telah sampai pada Dhamma sejati ini.
Katamā panāvuso, avijjā, katamo avijjāsamudayo, katamo avijjānirodho, katamā avijjānirodhagāminī paṭipadā?
Apakah, sahabat, ketidaktahuan itu? Apakah asal mula ketidaktahuan? Apakah lenyapnya ketidaktahuan? Apakah jalan menuju lenyapnya ketidaktahuan?
Yaṁ kho, āvuso, dukkhe aññāṇaṁ, dukkhasamudaye aññāṇaṁ, dukkhanirodhe aññāṇaṁ, dukkhanirodhagāminiyā paṭipadāya aññāṇaṁ—
Yaitu, sahabat, tidak mengetahui penderitaan, tidak mengetahui asal mula penderitaan, tidak mengetahui lenyapnya penderitaan, tidak mengetahui jalan menuju lenyapnya penderitaan—
ayaṁ vuccatāvuso, avijjā.
inilah, sahabat, yang disebut ketidaktahuan.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.