Buddha
Pengajar yang membongkar cara pandangan melekat dan membuat seseorang terikat pada pendapatnya sendiri.
Khotbah tentang Pandangan Benar
Sutta ini memakai perumpamaan pandangan seperti sesuatu yang dapat menjerat. Ia mengajak pembaca melihat bagaimana pendapat, identitas, dan kesimpulan batin bisa berubah menjadi pegangan yang membuat sempit.
Pengajar yang membongkar cara pandangan melekat dan membuat seseorang terikat pada pendapatnya sendiri.
Salah satu pusat penting penyampaian ajaran, tempat banyak dialog tentang pandangan dan latihan berlangsung.
Pandangan membantu bila dipakai untuk melihat, tetapi menjadi jerat bila dijadikan identitas yang harus dipertahankan.
“siyā, āvuso.
“Mungkin saja, teman.
Yato kho, āvuso, ariyasāvako jātiñca pajānāti, jātisamudayañca pajānāti, jātinirodhañca pajānāti, jātinirodhagāminiṁ paṭipadañca pajānāti—
Karena, teman, ketika seorang siswa mulia memahami kelahiran, asal mula kelahiran, lenyapnya kelahiran, dan jalan menuju lenyapnya kelahiran—
ettāvatāpi kho, āvuso, ariyasāvako sammādiṭṭhi hoti, ujugatāssa diṭṭhi, dhamme aveccappasādena samannāgato, āgato imaṁ saddhammaṁ.
sejauh itu pula, teman, seorang siswa mulia memiliki pandangan benar, pandangannya lurus, memiliki keyakinan penuh keyakinan pada Dhamma, dan telah sampai pada Dhamma sejati ini.