Buddha
Pengajar yang membongkar cara pandangan melekat dan membuat seseorang terikat pada pendapatnya sendiri.
Khotbah tentang Pandangan Benar
Sutta ini memakai perumpamaan pandangan seperti sesuatu yang dapat menjerat. Ia mengajak pembaca melihat bagaimana pendapat, identitas, dan kesimpulan batin bisa berubah menjadi pegangan yang membuat sempit.
Pengajar yang membongkar cara pandangan melekat dan membuat seseorang terikat pada pendapatnya sendiri.
Salah satu pusat penting penyampaian ajaran, tempat banyak dialog tentang pandangan dan latihan berlangsung.
Pandangan membantu bila dipakai untuk melihat, tetapi menjadi jerat bila dijadikan identitas yang harus dipertahankan.
Yato kho, āvuso, ariyasāvako evaṁ jarāmaraṇaṁ pajānāti, evaṁ jarāmaraṇasamudayaṁ pajānāti, evaṁ jarāmaraṇanirodhaṁ pajānāti, evaṁ jarāmaraṇanirodhagāminiṁ paṭipadaṁ pajānāti, so sabbaso rāgānusayaṁ pahāya …pe… dukkhassantakaro hoti—
Karena, teman, ketika siswa mulia memahami penuaan-dan-kematian demikian, memahami asal-mula penuaan-dan-kematian demikian, memahami lenyapnya penuaan-dan-kematian demikian, memahami jalan menuju lenyapnya penuaan-dan-kematian demikian, maka ia sepenuhnya meninggalkan kecenderungan tersembunyi terhadap nafsu … seterusnya … ia menjadi pengakhir penderitaan—
ettāvatāpi kho, āvuso, ariyasāvako sammādiṭṭhi hoti, ujugatāssa diṭṭhi, dhamme aveccappasādena samannāgato, āgato imaṁ saddhamman”ti.
sejauh ini pun, teman, siswa mulia memiliki pandangan benar, pandangannya lurus, memiliki keyakinan penuh keyakinan pada Dhamma, dan telah sampai pada Dhamma sejati ini.”