Buddha
Pengajar yang membongkar cara pandangan melekat dan membuat seseorang terikat pada pendapatnya sendiri.
Khotbah tentang Pandangan Benar
Sutta ini memakai perumpamaan pandangan seperti sesuatu yang dapat menjerat. Ia mengajak pembaca melihat bagaimana pendapat, identitas, dan kesimpulan batin bisa berubah menjadi pegangan yang membuat sempit.
Pengajar yang membongkar cara pandangan melekat dan membuat seseorang terikat pada pendapatnya sendiri.
Salah satu pusat penting penyampaian ajaran, tempat banyak dialog tentang pandangan dan latihan berlangsung.
Pandangan membantu bila dipakai untuk melihat, tetapi menjadi jerat bila dijadikan identitas yang harus dipertahankan.
Katamaṁ panāvuso, jarāmaraṇaṁ, katamo jarāmaraṇasamudayo, katamo jarāmaraṇanirodho, katamā jarāmaraṇanirodhagāminī paṭipadā?
Tetapi apakah, para sahabat, penuaan-dan-kematian itu, apakah asal-mulanya, apakah lenyapnya, dan apakah jalan yang menuju pada lenyapnya penuaan-dan-kematian?
Yā tesaṁ tesaṁ sattānaṁ tamhi tamhi sattanikāye jarā jīraṇatā khaṇḍiccaṁ pāliccaṁ valittacatā āyuno saṁhāni indriyānaṁ paripāko—
Penuaan, ketuaan, gigi ompong, rambut beruban, kulit keriput, menurunnya vitalitas, dan melemahnya indria pada berbagai makhluk dalam berbagai golongan makhluk—
ayaṁ vuccatāvuso, jarā.
ini, para sahabat, disebut penuaan.
Katamañcāvuso, maraṇaṁ?
Dan apakah, para sahabat, kematian itu?
Yā tesaṁ tesaṁ sattānaṁ tamhā tamhā sattanikāyā cuti cavanatā bhedo antaradhānaṁ maccu maraṇaṁ kālaṅkiriyā khandhānaṁ bhedo, kaḷevarassa nikkhepo, jīvitindriyassupacchedo—
Kepergian, kelenyapan, kehancuran, hilangnya, kematian, ajal, berakhirnya waktu, hancurnya kelompok-kelompok kehidupan, ditinggalkannya jasad, dan terputusnya indria kehidupan pada berbagai makhluk dalam berbagai golongan makhluk—
idaṁ vuccatāvuso, maraṇaṁ.
ini, para sahabat, disebut kematian.
Iti ayañca jarā idañca maraṇaṁ—
Demikianlah penuaan ini dan kematian ini—
idaṁ vuccatāvuso, jarāmaraṇaṁ.
ini, para sahabat, disebut penuaan-dan-kematian.
Jātisamudayā jarāmaraṇasamudayo, jātinirodhā jarāmaraṇanirodho, ayameva ariyo aṭṭhaṅgiko maggo jarāmaraṇanirodhagāminī paṭipadā, seyyathidaṁ—
Dari asal-mula kelahiran, muncul penuaan-dan-kematian; dari lenyapnya kelahiran, lenyap pula penuaan-dan-kematian; dan jalan mulia berunsur delapan inilah jalan yang menuju pada lenyapnya penuaan-dan-kematian, yaitu—
sammādiṭṭhi …pe… sammāsamādhi.
pandangan benar … seterusnya … konsentrasi benar.