mn98:7.1 “Kami berdua adalah para ahli yang diakui
mn98:7.2 dalam tiga Veda.
mn98:7.3 Aku adalah murid Pokkharasāti,
mn98:7.4 dan ia adalah murid Tārukkha.
mn98:7.5 Apa yang telah diajarkan dalam tiga Veda,
mn98:7.6 di situlah kami semua adalah para ahli Veda;
mn98:7.7 sebagai para ahli bahasa dan tata bahasa,
mn98:7.8 kami setara dengan para guru dalam pengucapan.
mn98:7.9 Kami memiliki perselisihan
mn98:7.10 mengenai silsilah, Gotama.
mn98:7.11 Bagi Bhāradvāja, kelahiran menentukan brahmana,
mn98:7.12 demikianlah kata Bhāradvāja;
mn98:7.13 tetapi aku menyatakan bahwa perbuatanlah yang menentukan,
mn98:7.14 wahai Yang Berpandangan Jernih, ketahuilah ini sebagai perdebatan kita.
mn98:7.15 Karena kami tidak mampu meyakinkan satu sama lain,
mn98:7.16 untuk meyakinkan yang lain, kami berdua,
mn98:7.17 kami datang bertanya kepada Yang Mulia,
mn98:7.18 yang termasyhur sebagai Yang Tercerahkan.
mn98:7.19 Seperti orang-orang menghormati dengan tangan terkatup
mn98:7.20 bulan yang sedang menuju purnama,
mn98:7.21 Sambil bersujud, mereka menghormati,
mn98:7.22 Gotama di dunia.
mn98:7.23 Mata yang telah muncul di dunia,
mn98:7.24 kami bertanya kepada Gotama;
mn98:7.25 Apakah seseorang menjadi brahmana karena kelahiran,
mn98:7.26 atau karena perbuatan?
mn98:7.27 Kami tidak mengetahui, sudilah engkau memberitahu kami,
mn98:7.28 agar kami dapat mengenali seorang brahmana.”