‹
MN 98

Vāseṭṭhasutta

Vāseṭṭhasutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 98

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Dua brahmana muda berdebat apakah seseorang menjadi brahmana karena kelahiran atau perbuatan. Buddha menjawab dalam syair: perbedaan makhluk tampak pada ciri tubuh, tetapi di antara manusia keluhuran ditentukan oleh cara hidup. Inilah Vāseṭṭha Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan makna brahmana berdasarkan kehidupan yang dijalani.

TOKOH

Vāseṭṭha

Brahmana muda yang berpendapat bahwa perbuatan menentukan seseorang.

TOKOH

Bhāradvāja

Brahmana muda yang semula membela keunggulan berdasarkan kelahiran.

TEMPAT

Icchānaṅgala

Hutan tempat kedua pemuda meminta keputusan Buddha.

GAGASAN

Manusia dikenal dari perbuatannya

Nama dan garis keturunan adalah kesepakatan; watak serta tindakanlah yang memperlihatkan siapa seseorang sebenarnya.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Dua pemuda brahmana, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, berselisih tentang apa yang membuat seseorang benar-benar menjadi brahmana: kelahiran atau perilaku. Mereka membawa persoalan itu kepada Buddha. Buddha menunjukkan bahwa pada tumbuhan dan hewan terdapat ciri-ciri yang membedakan jenis, tetapi pada manusia perbedaan seperti rambut, kepala atau tubuh tidak menciptakan spesies kasta yang terpisah. Manusia disebut petani karena pekerjaannya, pengrajin karena pekerjaannya, pedagang karena pekerjaannya—dan demikian pula seseorang menjadi luhur melalui perbuatannya. Uraian berpuncak pada gambaran brahmana sejati sebagai orang yang telah melepaskan kemelekatan dan belenggu, bukan orang yang hanya memiliki silsilah tertentu.

mn98:12.1 Sebutan itu hanyalah sebutan di dunia,

mn98:12.2 nama dan marga disusun sebagai kebiasaan;

mn98:12.4 yang dirumuskan dalam setiap kasus.

mn98:12.5 Sebab sejak lama pandangan keliru ini

mn98:12.6 telah melekat pada mereka yang tidak memahami;

mn98:12.7 Karena tidak memahami, mereka menyatakan

mn98:12.8 bahwa seseorang menjadi brahmana karena kelahiran.

mn98:12.9 Bukan karena kelahiran seseorang menjadi brahmana,

mn98:12.10 bukan karena kelahiran pula menjadi bukan brahmana;

mn98:12.11 Karena perbuatan seseorang menjadi brahmana,

mn98:12.12 karena perbuatan pula menjadi bukan brahmana.

mn98:12.17 Pencuri pun menjadi karena perbuatannya,

mn98:12.18 prajurit juga menjadi karena perbuatannya;

mn98:12.19 Engkau menjadi pengorban karena perbuatanmu,

mn98:12.20 dan menjadi raja juga karena perbuatan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.