
Buddha
Guru yang menjelaskan makna brahmana berdasarkan kehidupan yang dijalani.
Vāseṭṭhasutta
Dua brahmana muda berdebat apakah seseorang menjadi brahmana karena kelahiran atau perbuatan. Buddha menjawab dalam syair: perbedaan makhluk tampak pada ciri tubuh, tetapi di antara manusia keluhuran ditentukan oleh cara hidup. Inilah Vāseṭṭha Sutta.

Guru yang menjelaskan makna brahmana berdasarkan kehidupan yang dijalani.
Brahmana muda yang berpendapat bahwa perbuatan menentukan seseorang.
Brahmana muda yang semula membela keunggulan berdasarkan kelahiran.
Hutan tempat kedua pemuda meminta keputusan Buddha.
Nama dan garis keturunan adalah kesepakatan; watak serta tindakanlah yang memperlihatkan siapa seseorang sebenarnya.
Dua pemuda brahmana, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, berselisih tentang apa yang membuat seseorang benar-benar menjadi brahmana: kelahiran atau perilaku. Mereka membawa persoalan itu kepada Buddha. Buddha menunjukkan bahwa pada tumbuhan dan hewan terdapat ciri-ciri yang membedakan jenis, tetapi pada manusia perbedaan seperti rambut, kepala atau tubuh tidak menciptakan spesies kasta yang terpisah. Manusia disebut petani karena pekerjaannya, pengrajin karena pekerjaannya, pedagang karena pekerjaannya—dan demikian pula seseorang menjadi luhur melalui perbuatannya. Uraian berpuncak pada gambaran brahmana sejati sebagai orang yang telah melepaskan kemelekatan dan belenggu, bukan orang yang hanya memiliki silsilah tertentu.
mn98:11.1 Aku tidak menyebut seseorang sebagai brahmana
mn98:11.2 karena kelahiran dari rahim ibu;
mn98:11.3 Jika ia masih memiliki kemelekatan,
mn98:11.4 ia hanyalah seseorang yang berkata ‘yang layak dihormati’.
mn98:11.5 Tiada memiliki, tiada menggenggam,
mn98:11.6 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.7 Setelah memotong segala belenggu,
mn98:11.8 ia yang sungguh tidak gentar;
mn98:11.9 Melampaui keterikatan, terlepas dari ikatan,
mn98:11.10 Itulah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.11 Telah memotong tali pengikat dan kekang,
mn98:11.12 tali penambat beserta kendalinya;
mn98:11.13 telah mengangkat palang, yang telah tercerahkan,
mn98:11.14 itulah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.15 Caci maki, pukulan, dan belenggu,
mn98:11.16 ditanggung tanpa kemarahan oleh yang tidak membenci;
mn98:11.17 kesabaran adalah kekuatan pasukan mereka,
mn98:11.18 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.19 Tidak pemarah, teguh dalam sumpah,
mn98:11.20 Yang berbudi luhur dalam sila dan kewajiban,
mn98:11.21 Terkendali, yang membawa tubuh terakhirnya:
mn98:11.22 Itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.23 Bagaikan air di daun teratai,
mn98:11.24 Bagaikan biji sesawi di ujung jarum,
mn98:11.25 Yang tidak melekat pada kenikmatan indria,
mn98:11.26 dialah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.27 Yang memahami penderitaan,
mn98:11.28 di sini juga berakhir bagi dirinya;
mn98:11.29 beban telah diturunkan, terlepas:
mn98:11.30 dialah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.31 Yang dalam kebijaksanaan, cerdas,
mn98:11.32 mahir dalam jalan dan bukan jalan;
mn98:11.33 telah mencapai tujuan tertinggi:
mn98:11.34 dialah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.35 Tidak bergaul dengan para perumah tangga,
mn98:11.36 maupun dengan mereka yang tanpa rumah;
mn98:11.37 mengembara tanpa tempat tinggal, sedikit keinginan:
mn98:11.38 dialah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.39 Setelah meletakkan tongkat terhadap makhluk-makhluk,
mn98:11.40 baik yang gemetar maupun yang kuat;
mn98:11.41 yang tidak membunuh maupun menyuruh membunuh:
mn98:11.42 dialah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.43 Tidak melawan di antara mereka yang melawan,
mn98:11.44 padam di antara mereka yang mengangkat senjata,
mn98:11.45 Di antara yang melekat, ia tidak melekat:
mn98:11.46 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.47 Ia yang telah melepaskan nafsu dan kebencian,
mn98:11.48 serta keangkuhan dan sikap merendahkan;
mn98:11.49 bagaikan biji sesawi yang terlepas dari ujung jarum:
mn98:11.50 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.51 Ucapan yang ia lontarkan
mn98:11.52 halus, mencerahkan, dan benar;
mn98:11.53 yang tidak menyinggung siapa pun:
mn98:11.54 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.55 Mereka tidak mencuri apa pun di dunia ini,
mn98:11.56 baik yang panjang maupun pendek,
mn98:11.57 halus maupun kasar, indah maupun buruk;
mn98:11.58 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.59 Orang yang tidak memiliki keinginan,
mn98:11.60 terhadap dunia ini maupun dunia lain;
mn98:11.61 tanpa keinginan, terbebas dari ikatan:
mn98:11.62 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.63 Orang yang tidak memiliki kemelekatan,
mn98:11.64 dengan pengetahuan telah bebas dari keragu-raguan,
mn98:11.65 Mereka telah mencapai tujuan kebebasan dari kematian,
mn98:11.66 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.67 Mereka telah melampaui belenggu
mn98:11.68 baik perbuatan baik maupun buruk;
mn98:11.69 tanpa duka, tanpa noda, suci:
mn98:11.70 Orang itulah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.71 Bagaikan bulan yang bersih tanpa noda,
mn98:11.72 jernih dan tiada keruh;
mn98:11.73 yang telah memutuskan kegemaran pada kelahiran kembali:
mn98:11.74 Orang itulah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.75 Mereka telah melewati rawa yang melelahkan ini,
mn98:11.76 samsara, melampaui kegelapan batin;
mn98:11.77 Menyeberang, sampai ke seberang, bermeditasi dalam ketenangan,
mn98:11.78 tanpa gejolak, tanpa keragu-raguan;
mn98:11.79 Padam tanpa melekat,
mn98:11.80 Itulah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.81 Mereka yang telah meninggalkan keinginan indria,
mn98:11.82 dan menjalani kehidupan tanpa rumah;
mn98:11.83 Mereka yang telah memutuskan kelahiran kembali dalam alam keinginan:
mn98:11.84 Itulah yang Kusebut brahmana.
mn98:11.85 Setelah menghancurkan nafsu keinginan,
mn98:11.86 ia mengembara tanpa rumah;
mn98:11.87 yang telah memutus keinginan untuk menjadi:
mn98:11.88 ia ku sebut brahmana.
mn98:11.89 Setelah meninggalkan belenggu manusia,
mn98:11.90 dan melampaui belenggu surgawi;
mn98:11.91 yang terlepas dari segala belenggu:
mn98:11.92 ia ku sebut brahmana.
mn98:11.93 Setelah meninggalkan kesenangan dan ketidaksenangan,
mn98:11.94 menjadi sejuk dan bebas dari kemelekatan;
mn98:11.95 pahlawan yang menaklukkan seluruh dunia:
mn98:11.96 ia ku sebut brahmana.
mn98:11.97 Ia yang mengetahui kematian
mn98:11.98 dan kelahiran kembali semua makhluk secara menyeluruh;
mn98:11.99 yang tidak melekat, sempurna, dan tercerahkan:
mn98:11.100 ia ku sebut brahmana.
mn98:11.101 Yang tujuannya tidak diketahui oleh
mn98:11.102 para dewa, gandharva, dan manusia;
mn98:11.103 yang telah menghancurkan kekotoran batin, seorang arahat:
mn98:11.104 ia ku sebut brahmana.
mn98:11.105 Mereka tidak memiliki apa pun sebelum atau sesudah,
mn98:11.106 atau bahkan di tengah-tengah;
mn98:11.107 Tanpa memiliki apa pun, tanpa menggenggam apa pun,
mn98:11.108 itulah yang Kusebut seorang brahmana.
mn98:11.109 Pemimpin kawanan, yang utama, sang pahlawan,
mn98:11.110 Sang petapa agung, penakluk;
mn98:11.111 Yang tak tergoyahkan, yang telah dimandikan, yang telah tercerahkan:
mn98:11.112 Itulah yang kusebut seorang brahmana.
mn98:11.113 Mereka yang mengetahui kehidupan lampau,
mn98:11.114 Dan melihat surga serta alam-alam sengsara;
mn98:11.115 Dan telah mencapai akhir kelahiran,
mn98:11.116 itulah yang Kusebut brahmana.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.