MN 97

Dhanañjānisutta

Khotbah kepada Dhanañjāni

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn97:5.1

Atha kho dhanañjāni brāhmaṇo pacchābhattaṁ bhuttapātarāso yenāyasmā sāriputto tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā āyasmatā sāriputtena saddhiṁ sammodi.

Kemudian brahmana Dhanañjāni, setelah selesai makan pagi, mendatangi Yang Mulia Sāriputta; setelah mendatanginya, ia saling bertukar salam dengan Yang Mulia Sāriputta.

mn97:5.2

Sammodanīyaṁ kathaṁ sāraṇīyaṁ vītisāretvā ekamantaṁ nisīdi. Ekamantaṁ nisinnaṁ kho dhanañjāniṁ brāhmaṇaṁ āyasmā sāriputto etadavoca:

Setelah berbincang-bincang dengan ramah dan bersahabat, ia duduk di satu sisi. Ketika brahmana Dhanañjāni telah duduk di satu sisi, Yang Mulia Sāriputta berkata kepadanya:

mn97:5.3

“kaccāsi, dhanañjāni, appamatto”ti?

“Bagaimana, Dhanañjāni, apakah engkau tekun?”

mn97:5.4

“Kuto, bho sāriputta, amhākaṁ appamādo yesaṁ no mātāpitaro posetabbā, puttadāro posetabbo, dāsakammakarā posetabbā, mittāmaccānaṁ mittāmaccakaraṇīyaṁ kātabbaṁ, ñātisālohitānaṁ ñātisālohitakaraṇīyaṁ kātabbaṁ, atithīnaṁ atithikaraṇīyaṁ kātabbaṁ, pubbapetānaṁ pubbapetakaraṇīyaṁ kātabbaṁ, devatānaṁ devatākaraṇīyaṁ kātabbaṁ, rañño rājakaraṇīyaṁ kātabbaṁ, ayampi kāyo pīṇetabbo brūhetabbo”ti?

“Dari mana, Yang Mulia Sāriputta, aku bisa mendapatkan ketekunan, sedangkan aku harus menafkahi ayah dan ibuku, menafkahi istri dan anak-anakku, menafkahi para budak dan pekerja? Aku harus melakukan kewajiban terhadap sahabat dan rekan, melakukan kewajiban terhadap sanak saudara dan kerabat, melakukan kewajiban terhadap para tamu, melakukan kewajiban terhadap leluhur yang telah meninggal, melakukan kewajiban terhadap para dewa, melakukan kewajiban terhadap raja, dan tubuh ini juga harus dipelihara dan dibangunkan?”

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗