“Bagaimana menurutmu, Dhanañjāni? Misalkan seseorang berperilaku melawan Dhamma, berperilaku tidak benar, demi menyenangkan dan menggemukkan tubuhnya. Karena perilaku melawan Dhamma dan perilaku tidak benarnya itu, para penjaga neraka menyeretnya ke neraka.
Mungkinkah ia berkata, ‘Demi menyenangkan dan menggemukkan tubuhku aku berperilaku melawan Dhamma, berperilaku tidak benar; janganlah para penjaga neraka menyeretku ke neraka’? Atau mungkinkah orang lain berkata, ‘Demi menyenangkan dan menggemukkan tubuhnya ia berperilaku melawan Dhamma, berperilaku tidak benar; janganlah para penjaga neraka menyeretnya ke neraka’?”