mn97:29.1 “Saya tidak sehat, Tuan Sāriputta, saya tidak dapat bertahan. Rasa sakit saya sangat berat dan semakin bertambah, tidak kunjung mereda; pertambahannya jelas terlihat, bukan peredaannya.
mn97:29.2 Wahai Sāriputta, bagaikan seorang kuat yang menusukkan ujung yang tajam ke kepalanya, demikian pula, wahai Sāriputta, angin yang sangat kencang menekan dan menusuk kepalaku.
mn97:29.3 Aku tidak kuat, Sāriputta yang mulia, tidak sanggup bertahan. Rasa sakit yang hebat menyerangku, tidak kunjung reda. Semakin bertambah, bukan berkurang.
mn97:29.4 Bagaikan, Sāriputta yang mulia, seorang kuat yang mengikat kepala dengan tali kulit yang erat; demikian pula, Sāriputta yang mulia, sakit kepala yang amat sangat menyerangku.
mn97:29.5 Aku tidak kuat, Sāriputta yang mulia, tidak sanggup bertahan. Rasa sakit yang hebat menyerangku, tidak kunjung reda. Semakin bertambah, bukan berkurang.
mn97:29.6 Bagaikan, Sāriputta yang mulia, seorang jagal yang cakap atau muridnya yang membelah perut sapi dengan pisau tajam; demikian pula, Sāriputta yang mulia, angin yang amat kencang membelah perutku.
mn97:29.7 Aku tidak kuat, Sāriputta yang mulia, tidak sanggup bertahan. Rasa sakit yang hebat menyerangku, tidak kunjung reda. Semakin bertambah, bukan berkurang.
mn97:29.8 Bagaiku Sāriputta, panas di tubuhku begitu hebat, bagaikan dua orang kuat yang mencengkeram lengan seorang yang lebih lemah untuk membakar dan menghanguskannya di atas lubang bara api yang menyala.
mn97:29.9 Aku tidak tahan lagi, Bagaiku Sāriputta, aku tidak sanggup bertahan. Rasa sakit yang kualami sangat menyiksa dan semakin bertambah, tidak kunjung reda. Yang tampak adalah pertambahannya, bukan peredanya."