‹
MN 95

Caṅkīsutta

Khotbah kepada Caṅkī

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 95

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Brahmana muda Kāpaṭhika bertanya bagaimana kebenaran dipelihara, ditemukan, dan akhirnya direalisasikan. Buddha membedakan keyakinan yang jujur dari klaim mutlak, lalu menguraikan perjalanan dari mencari guru hingga mengalami kebenaran sendiri. Inilah Caṅkī Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.

TOKOH

Kāpaṭhika

Brahmana muda yang mengajukan pertanyaan paling mendalam dalam pertemuan itu.

TOKOH

Caṅkī

Brahmana terpandang yang mengundang rombongannya menemui Buddha.

TEMPAT

Opāsāda

Desa brahmana tempat percakapan berlangsung.

GAGASAN

Dari keyakinan menuju pengetahuan

Keyakinan boleh dipelihara dengan jujur, tetapi kebenaran harus didekati lewat penyelidikan, latihan, dan pengalaman langsung.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Brahmana Caṅkī dan rombongannya datang menemui Buddha. Seorang pemuda bernama Kāpaṭhika, yang sangat percaya diri dengan pengetahuan kitab sucinya, bertanya bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa hanya tradisinya yang benar sementara yang lain salah. Buddha membedakan antara menjaga kebenaran dan telah menemukan kebenaran: seseorang boleh mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan atau tradisi tertentu, tetapi belum berhak menyatakan hanya itulah kebenaran mutlak. Dari sana Buddha menjelaskan perjalanan menuju pengetahuan langsung—memeriksa guru dari keserakahan, kebencian dan kebodohan, menumbuhkan keyakinan, mendekat, mendengar, mengingat, menyelidiki makna, menerima setelah perenungan, membangkitkan usaha, dan akhirnya merealisasikan kebenaran sendiri.

mn95:17.1 “Idha, bhāradvāja, bhikkhu aññataraṁ gāmaṁ vā nigamaṁ vā upanissāya viharati.

mn95:17.2 Tamenaṁ gahapati vā gahapatiputto vā upasaṅkamitvā tīsu dhammesu samannesati—

mn95:17.3 lobhanīyesu dhammesu, dosanīyesu dhammesu, mohanīyesu dhammesu.

mn95:17.4 Atthi nu kho imassāyasmato tathārūpā lobhanīyā dhammā yathārūpehi lobhanīyehi dhammehi pariyādinnacitto ajānaṁ vā vadeyya—

mn95:17.5 jānāmīti, apassaṁ vā vadeyya—

mn95:17.6 passāmīti, paraṁ vā tadatthāya samādapeyya yaṁ paresaṁ assa dīgharattaṁ ahitāya dukkhāyāti?

mn95:17.7 Tamenaṁ samannesamāno evaṁ jānāti:

mn95:17.8 ‘natthi kho imassāyasmato tathārūpā lobhanīyā dhammā yathārūpehi lobhanīyehi dhammehi pariyādinnacitto ajānaṁ vā vadeyya—

mn95:17.9 jānāmīti, apassaṁ vā vadeyya—

mn95:17.10 passāmīti, paraṁ vā tadatthāya samādapeyya yaṁ paresaṁ assa dīgharattaṁ ahitāya dukkhāya.

mn95:17.11 Tathārūpo kho panimassāyasmato kāyasamācāro tathārūpo vacīsamācāro yathā taṁ aluddhassa.

mn95:17.12 Yaṁ kho pana ayamāyasmā dhammaṁ deseti, gambhīro so dhammo duddaso duranubodho santo paṇīto atakkāvacaro nipuṇo paṇḍitavedanīyo;

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.