
Buddha
Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Khotbah kepada Caṅkī
Brahmana muda Kāpaṭhika bertanya bagaimana kebenaran dipelihara, ditemukan, dan akhirnya direalisasikan. Buddha membedakan keyakinan yang jujur dari klaim mutlak, lalu menguraikan perjalanan dari mencari guru hingga mengalami kebenaran sendiri. Inilah Caṅkī Sutta.

Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Brahmana muda yang mengajukan pertanyaan paling mendalam dalam pertemuan itu.
Brahmana terpandang yang mengundang rombongannya menemui Buddha.
Desa brahmana tempat percakapan berlangsung.
Keyakinan boleh dipelihara dengan jujur, tetapi kebenaran harus didekati lewat penyelidikan, latihan, dan pengalaman langsung.
“Upasaṅkamanassa pana, bho gotama, katamo dhammo bahukāro?
“Tetapi, Guru Gotama, apakah faktor utama bagi kedatangan?
Upasaṅkamanassa bahukāraṁ dhammaṁ mayaṁ bhavantaṁ gotamaṁ pucchāmā”ti.
Kami menanyakan kepada Guru Gotama tentang faktor utama bagi kedatangan.”
“Upasaṅkamanassa kho, bhāradvāja, saddhā bahukārā.
Sungguh, Bhāradvāja, keyakinan sangatlah berperan dalam mendatangi seorang guru.
No cetaṁ saddhā jāyetha, nayidaṁ upasaṅkameyya.
Jika keyakinan itu tidak muncul, maka seseorang tidak akan mendatangi guru.
Yasmā ca kho saddhā jāyati tasmā upasaṅkamati.
Karena keyakinan muncul, maka ia mendatangi guru.
Tasmā upasaṅkamanassa saddhā bahukārā”ti.
Oleh karena itu, keyakinan sangatlah berperan dalam mendatangi seorang guru.”
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.