mn95:9.1 Setelah mereka berkata demikian, brahmana Caṅkī berkata kepada para brahmana itu:
mn95:9.2 “Baiklah, tuan-tuan, dengarkan juga saya, mengapa kami sendirilah yang layak pergi menemui petapa Gotama;
mn95:9.3 dan tidaklah layak Yang Mulia Gotama itu datang menemui kami.
mn95:9.4 Sungguh, Tuan, Petapa Gotama terlahir baik dari kedua sisi, baik dari pihak ibu maupun pihak ayah, berasal dari keturunan yang murni, dengan silsilah yang tak tercela dan tak bernoda hingga tujuh generasi kebapakan.
mn95:9.5 Karena Petapa Gotama terlahir baik dari kedua sisi, baik dari pihak ibu maupun pihak ayah, berasal dari keturunan yang murni, dengan silsilah yang tak tercela dan tak bernoda hingga tujuh generasi kebapakan—karena alasan ini, Yang Mulia Gotama tidak layak datang menemui kami;
mn95:9.6 melainkan kamilah yang layak pergi menemui Yang Mulia Gotama.
mn95:9.7 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama telah meninggalkan kehidupan berumah tangga setelah melepaskan banyak emas dan perak, baik yang tersimpan di dalam tanah maupun di atas tanah …
mn95:9.8 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama telah meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah sewaktu masih muda, remaja, berambut hitam pekat, dianugerahi kemudaan yang prima, dalam masa kehidupan yang pertama …
mn95:9.9 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama, meskipun ibu dan ayahnya tidak menghendakinya, dengan wajah berlinang air mata dan menangis, telah mencukur rambut dan janggutnya, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah …
mn95:9.10 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama itu rupawan, menawan, dan menyenangkan, memiliki kecantikan yang paling sempurna, berpenampilan seperti Brahmā, berwibawa seperti Brahmā, tidak rendah dalam penampilan …
mn95:9.11 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama itu bermoral, memiliki moralitas yang mulia, memiliki moralitas yang baik, dan dilengkapi dengan moralitas yang baik …
mn95:9.12 Sesungguhnya, tuan, Pertapa Gotama adalah seorang pembicara yang baik, yang berbicara dengan baik, memiliki ucapan yang halus, jelas, tidak gagap, dan mampu menyampaikan makna dengan tepat. …
mn95:9.13 Sesungguhnya, tuan, Pertapa Gotama adalah guru dari banyak guru. …
mn95:9.14 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama telah mengakhiri nafsu indrawi, terbebas dari kecerobohan …
mn95:9.15 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama mengajarkan buah perbuatan, mengajarkan tindakan, tidak berniat mencelakakan siapa pun, demi kesejahteraan umat para brahmana …
mn95:9.16 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama telah meninggalkan keduniawian dari keluarga terpandang, dari keluarga bangsawan yang tak tercampur …
mn95:9.17 Sesungguhnya, tuan, Petapa Gotama telah meninggalkan keduniawian dari keluarga yang kaya, berharta besar, dan berkekayaan melimpah. …
mn95:9.18 Sesungguhnya, tuan, orang-orang datang dari negeri-negeri jauh dan negara-negara asing untuk bertanya kepada Petapa Gotama. …
mn95:9.19 Sungguh, Tuan, banyak sekali ribuan dewata yang telah pergi berlindung seumur hidup kepada Gotama yang mulia itu …
mn95:9.20 Sungguh, Tuan, kabar baik tentang dirinya telah tersebar luas:
mn95:9.21 ‘Sang Bhagavā itu adalah Yang Maha Suci, Yang Tercerahkan Sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, Yang Sempurna Menempuh Jalan, Pengenal seluruh alam, Pembimbing utama bagi mereka yang layak dilatih, Guru para dewa dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Terberkahi.’ …
mn95:9.22 Sungguh, tuan, Petapa Gotama memiliki tiga puluh dua tanda seorang manusia agung …
mn95:9.23 Sungguh, tuan, Raja Seniya Bimbisāra dari Magadha beserta para istri dan anak-anaknya telah pergi berlindung seumur hidup kepada Petapa Gotama …
mn95:9.24 Sesungguhnya, Tuan, Raja Pasenadi dari Kosala beserta putra-putri dan istri-istrinya telah pergi berlindung seumur hidup kepada petapa Gotama. …
mn95:9.25 Sesungguhnya, Tuan, brahmana Pokkharasāti beserta putra-putri dan istri-istrinya telah pergi berlindung seumur hidup kepada petapa Gotama. …
mn95:9.26 Sesungguhnya, Tuan, petapa Gotama telah tiba dan berdiam di Opāsāda, di hutan sala di Taman Para Dewa, di sebelah utara Opāsāda.
mn95:9.27 Para petapa atau brahmana mana pun yang datang ke desa dan ladang kami, mereka adalah tamu kami.
mn95:9.28 Dan para tamu itu semestinya kami hormati, muliakan, hargai, dan sembah.
mn95:9.29 Dan jika Petapa Gotama telah tiba di Opāsāda dan berdiam di Opāsāda, di hutan sāla di Taman Para Dewa, di sebelah utara Opāsāda, maka Petapa Gotama adalah tamu kami.
mn95:9.30 Dan seorang tamu, sesungguhnya, layak dihormati, dimuliakan, dihargai, dan dipuja oleh kami.
mn95:9.31 Karena alasan ini pula, Yang Mulia Gotama tidak layak datang menemui kami;
mn95:9.32 akan tetapi, justru akulah yang layak pergi menemui Yang Mulia Gotama.
mn95:9.33 Demikianlah, Tuan, pujian terhadap Yang Mulia Gotama yang telah kuhafalkan, namun sesungguhnya Yang Mulia Gotama tidak hanya terbatas pada pujian yang demikian itu;
mn95:9.34 Sungguh tak terhingga pujian terhadap Yang Mulia Gotama.
mn95:9.35 Bahkan dengan memiliki satu saja dari faktor-faktor itu, Yang Mulia Gotama tidak layak datang menemui kami;
mn95:9.36 melainkan kamilah yang layak pergi menemui Yang Mulia Gotama.
mn95:9.37 Baiklah, tuan-tuan, marilah kita semua pergi menemui petapa Gotama.”